Menunggu

menungguNyai

Aku tak akan pernah tahu

bila bilasan sinar matamu tak menceritakannya

dan

kalimat-kalimat tubuhmu tak mencurahkan kedalaman hatimu

juga ketika

helaan nafasmu tak mengadu tentang kerinduanmu

Baca lebih lanjut

Tikamlah…!!

tikamTikamkan seribu kali atau bahkan lebih lagi

Asal kau temukan yg kau ingini berada tepat di ujung bilahnya

aaaahhhh…..
Ketika kau meminta yang tak biasa, tatapmu mengungkap seisi  jiwa
Hangatmu telah mengalirkan getaran yg berbeda

Bahkan setarik nafasmu mengabarkan emosi menjadi penguasa Baca lebih lanjut

Terpesona Mu

Nyai...

Dari geliat ruh yg dihembuskan-Nya penuh kesucian

Dari dalamnya  jiwa yang padanya  diilhamkan ‘fujuroha wataqwaha’

Aku tersungkur dalam ampun pada  al-Ghaffar

Belum mampu mengelola deras debur kefasikan yang terus menampakkan keindahan dalam janjinya

Belum sanggup memutih jernihkan istiqomah taqwa yang diamanahkan

Hingga ku berlumur rindu di sekujur tubuh yg menutup pori-pori  janji

Tak berdaya menahan rasa suka yang terus memapah rasa padamu Baca lebih lanjut

Merindu-rindu

Gambar

Nyai

Kemana saja gerangan . . .
Kau telah menghawatirkan rinduku.
Mata qalbu ini selalu saja melirik kepelataran rasa.
Adakah kau baik-baik saja, dengan segurat lembut rindumu.
Tak bosan selalu kutengok halaman sapamu

Barangkali kau menorehkan kata-kata termanismu di pasir halaman rumah
dan menitipkan setetes embun penghapus haus dahaga jiwa Baca lebih lanjut

Cakrawala Rasa

Nyai….
Pegang erat pinggang dari belakang

Atau, kau lingkarkan kaki dipunggung dan pagutkan tangan dipundak……… jangan ragu

Atau, kau simpan kedua kakimu diatas punggung kakiku dari depan, lingkarkan kedua tangan di atas pinggul

Atau …..
Kau pagutkan kedua tangan di leher
Biar tanganku berpaut di pinggul Nyai Baca lebih lanjut

Menembus Batas

Nyai….
Ketika jarak di dekatkan rasa
Hatiku kau ajak hijrah ke pemukimanmu
Rinduku kau asuh manja , hingga kerasan di ninakan perhatian
Sendi-sendi cinta terkulai tak berdaya dari pahatan janji
Ahhh……terkadang hasratku lupa kampung halaman

Nyai….
Sikapmu tumpah, memecah, berkeping, memasir di latar ujung telapak
Seakan ku terbang bergelayut di sayap lembutmu
Melayang tak berjejak
Menoreh lukis di ingatan Baca lebih lanjut

Bias-bias Cinta (bag-1)

Malam itu begitu seksi, sabit bulan, merayu-rayu gemetar, semilir dari bukit sebelah, sungguh  membangkit bulu roma, kerlip lampu di seberang pandang, melambai, mengusap halus rindu.

Luar biasa indah…….

Dilipat rindu satu persatu, merapikannya di ruang tersendiri , agar tak terbang tanpa kendali, mengembara ke negeri hati yg menjadi pujaannya.

Zati terpaku lunglai

Ditariknya nafas yang dalam perlahan, wajahnya menengadah, jemarinya meremas sendiri kuat, menekan dada yang penuh degup

Perlahan sebening kaca merembes pipi lembutnya, seakan berat sekali menuruninya.

Hatinya menolak untuk percaya, kalau nadi cintanya telah teracuni cemburu. Baca lebih lanjut