Silaturahim Cinta

Pertemuan kita di Negeri Awan

Seperti mengukir syair di batu karang pesisir

Tenteram di serambi ingatan

Kerasan mebina sendiri pahatan cinta yang tak pernah terbayangkan

Damai menata rumah tangganya dalam kilasan lamunan menerawang

Hatiku berbisik, ‘Engkaulah sahabat cinta’

Kita telah memasuki dimensi waktu yang sama yang belum ter-download nyata

Bersama menjalin silaturahim cinta dalam ruang Asma-Nya

Tidak ada duka dan luka disana

Karena kita bermain dalam Keagungan-Nya

Tidak ada benci dan iri menyelimuti

Karena semua yang terjadi kita sadari atas ridlo Ilahi

Kita tak takut kehilangan cinta

Karena dari-Nya tetap mengalir kasih, keruang jiwa yang terenggut alam fana

Sahabat cinta

Kenapa kita harus terbangun dari kenyamanan itu

Ketika nyata

Mataku menangkap aroma serpihan cinta

Hampir tak kuasa  kumenahan terkuaknya bulu-bulu roma menyaksikan Kekuasaan-Nya

Ohhhh

Begitu Indahnya yaa Rabb…Kau menerjemahkan nuansa cinta yang tetap terjaga

…………….

Sahabat cinta

Kau telah menggetarkan  segenap rusuk tulangku hingga ke sumsum rasa

Tajamnya tatapanmu didampingi senyuman yang tergambar tulus

Telah merubah hitam dan putih jadi penuh warna

Aku tahu….itu bukan basa basi, bukan juga untuk menyenangkan hati

Tapi kau ingin menafsirkan argumentasi cinta yang kau miliki adanya

Kau ingin membungkus bara gelora lewat kelembutan bahasa mata dengan seribu pesan rahasia

Kau ingin memoles ganas gejolak melalui ukiran senyum dengan sejuta estetika

Sahabat cinta

Pesanmu telah tersampaikan, lewat lembutnya sutera yang melekat di jemarimu

Aku terasa di peluk damai, tak ingin kulepas

Ahhh………….

Kau telah mengalirkan energi yang begitu dahsyat menembus kedasar kesadaran

Membangunkan  keraguan yang lama tertidur dininakan keyakinan

Indah matamu telah memutarkan kaleidoskop  di negeri awan

Ramah senyummu telah membuat nyata bayang-bayang dalam kilas lamunan

Semburat aura kasihmu mengguyur kuyup ladang hati yang kerontang

Sikapmu telah membiaskan cahaya fitrah yang semestinya

Mendekatlah ……

Ijinkan aku memeluk erat apa yang semua kau rasa

Aku ingin menyelimutimu dengan dekapan segenap cinta

Merebahlah didadaku

…………….

Sahabat cinta

Kau telah menepati janji membawakan amanah impian yang kutitipkan

Tapi …

Mengapa aku jadi takut menerimanya

Aku meragukan tatapan mataku, ‘fatamorganakah ini?’

Tak rela cinta yang terbina terkontaminasi  fananya dunia

Haruskah aku membawamu kembali kenegeri damai di awan

Atau bergelut dengan sejuta virus-virus bumi

Sahabat cinta

Aku tidak akan berjanji membahagiakan kamu

Tapi akan berusaha membawamu kedalam bahagia

………..

Yaa Rabb

Tautkanlah selalu silaturahim ini dalam curahan cinta-Mu

Pertemukan kembali kami dalam tempat yang lebih mulia nanti, sebagaimana Engkau janjikan

Bimbinglah yaa Rabb ……

Arahkanlah …………

……………………………

.

.

dari ‘Negeri Seribu Cinta’ untuk sahabat cinta

EAR Ciputat Jan’10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: