Renungan Hati

Kalau memang ada, terasa dan merasa,

Mengapa harus lewat kata-kata

Yang menari seperti puisi

Yang mengalun seperti pantun

Yang terjaga dalam sebuah prosa

Mengapa harus berjalan . . .

Lewat sebuah mimpi yang dipaksa

Lewat keraguan mata dan telinga

Mengapa masih meraba, sedangkan mata masih dapat terbuka

Jangan terlalu yakin dengan sesuatu yang kebenarannya belum diyakini

Ah . . . . . . .

Itu hanya pantulan dari sebuah jiwa yang terbungkus keberaniannya

Walau mampu bersikap pemberani

Mengapa harus banyak kebijaksanaan dalam satu kebijakan pasti ?

………..

‘catatan yang tak tersampaikan’

EAR Ciputat Jan’10

catatan ini bisa di akses juga di :http://ekstra.kompasiana.com/group/muda/2010/01/22/renungan-hati/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: