Cinta dan Kejujuran

“Aku sebel….” Reynata memjatuhkan tubuhnya ke sofa
“Oh…jadi cucu abah kesini hanya untuk marah-marah yah ? kenapa omar?si abah langsung saja menuding bahwa ini ada hubungannya dengan si Omar pacar cucunya
“Dia sudah mulai ga jujur bah…”
“Koq bisa tahu ?”
“Dari sorot mata dan sikapnya, nyambung dengan informasi yang ada”
“Jangan-jangan ngambil keputusannya terbawa arus informasi”
“Ngga lah bah….Rey juga kan sudah menganalisanya …”

“Yakin..?”
“99,9%”
“Kenapa dipertahankan?”
“Masih cinta…”
“Kalau masih cinta kenapa dipermasalahkan ?”
“Rey ingin cinta yang jujur bah…, capek dibohongin terus..”
“Yakin dengan kejujuran ruangan cinta akan selalu mesra?”
“Setidaknya..bah”
“Rey ….. Keharmonisan sebuah rumah tangga, persahabatan yang abadi, jalinan hubungan yang mesra, bukan berarti disana tidak ada kebohongan, tapi bagaimana kebohongan dan kejujuran itu di kemas agar tersembunyi dan nampaknya mendatangkan manfaat di semua pihak”
“Maksudnya bah..?”
“Kejujuran bukanlah segala-galanya, kejujuran tidak akan memberikan konstribusi apa-apa ketika kita tidak pandai memilih kata dan suasana untuk mengungkap kejujuran itu”
“Terus ?”
“Kebanyakan dari kita sering menuntut kejujuran, tapi belum siap menerima konsekwensi kejujuran itu sendiri”
“Jadi Rey salah ya bah ….”
“Rey sudah siap belum menerima kejujuran …..?”
“Ga tahu tuh bah….’
“Nah ini dia …. menuntut, menuntut, pas dikasih, ga menerima ”
“Jadi Rey harus gimana dong bah?” Rey mulai mendekati kakeknya memeluknya dari belakang penuh kasih sayang dan pengharapan
“Sebelum kita menuntut kejujuran dari orang lain, kita juga harus jujur pada diri sendiri, setiap tindak dan ucap yang kita lakukan pasti mengandung suatu konsekwensi yang harus kita terima, nah maksud abah kesiapan akan akibat inilah yang harus benar-benar kita perhatikan”
“Kenapa begitu bah…”
“Kan kita melakukan segala sesuatu itu untuk menjadi lebih baik, kalau nantinya akan lebih buruk, tidak ada manfaatnya, atau bahkan akan menjadi malapetaka, gimana…….. apakah saat itu kita akan ungkapkan juga kejujuran?”
“Berarti pemilihan waktu dong bah…?”
“Nah …cucu abah dah pinter…”
“Bah …. tadi abah bilang ‘kenapa mesti dipertahankan’, maksudnya bah” Reynata duduk disebelah kakenya sambil menatap penuh manja
“Kalau kita sudah ada dalam keyakinan bahwa dia sudah tidak sehat dalam hubungan kita, yah kenapa mesti dipertahankan, disamping itu mungkin ini juga adalah doa kita yang di kabulkan Allah ketika kita memohon jodo yang saleh dan baik, dan Allah sedang memperlihatkan keburukannya agar kita cepat mengambil sikap untuk tidak memilihnya”
Reynata menerawang kelangit2 seolah mencerna apa yang diucapkan kakeknya itu sambil menyandarkan penuh badannya ke sofa
“Terkadang kita banyak berdo’a, tapi tidak pernah ‘cek and ricek’ tentang do’a kita, tidak pernah menginvertalisir apa yang kita dapat dengan do’a yang kita panjatkan , jadinya kita selalu merasa do’a kita koq ga dikabul-kabul, padahal Allah sudah mengabulkannya, namun kita merasa itu kewajaran dari sebuah usaha, jadi tidak terasa sebuah pengabulan do’a”
“Yaaah ….jadi Rey harus gimana dong bah…”
“Komunikasi…”
“Maksudnya….”
“Komunikasikanlah ketika kita merasa ada sesuatu yang mengganjal dihati, mencoba berpikir apa yang orang lain pikirkan, merasakan apa yang orang lain rasakan, belajarlah memandang suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang, …” abah mengusap-usap rambut cucunya yang lincah dan periang itu
“Dan ingat Kejujuran terletak pada bagaimana kita meletakkan kejujuran itu pada bahasa dan suasana dan tepat agar ada manfaat didalamnya,namun hal utama tetap kita pertahankan kejujuran”
“Ok deh bah ……… sekarang abah mau tak bikinin kopi apa teh manis?”
“Teh manis saja …”
Reynata pun segera ke dapur mempersiapkan teh manis, kakeknya menatap dengan tatapan bangga
Yaa Rabb……. jadikanlah cucuku menjadi anak yang Salehah,limpahkanlah ilmu-Mu untuknya, liputilah dia dengan Rahman dan Rahim-Mu
Sore membawa rona merah diluar sana, menambah indah suasana hati yang penuh kasih sayang
……………………
.

‘Rumah Sahaja’
EAR Ciputat Maret’10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: