Cinta diantara Cinta

Apakah kamu masih mencintaiku?”
“Sangat..”

“Mengapa kau tak berani meminangku?”
“Apakah dengan keberanian itu kita pasti bersatu?”
“Setidaknya kita sudah berusaha..”
“Apakah selama ini aku tidak pernah berusaha?”
“Yang satu ini belum kau jalani..”
“Kamu menginginkannya?”
“Apakah kamu belum siap?
“Aku masih berpikir siapkah kamu”
“Maksudmu?”
“Kesiapan menghadapi akibat”
“Itu sebuah konsekwensi”

“Jadi kamu sudah siap dengan apapun akibatnya?”
“Batas kemampuan akhir kita berusaha itulah takdir, kita tidak bisa menghindar”
“Karena itulah aku berusaha untuk akhir yang lebih baik”
“Tidak ada sesuatu yang dapat dipastikan kecuali kuatnya keyakinan”
“Lebih baik hati-hati”
“Terlalu hati-hati tak akan pernah terjadi”
“Aku masih ingin berusaha menata hati agar sampai pada ruang penuh arti”
Hening ……….
Imamah menatap kosong Rama lelaki yang sangat dicintainya
Galau hati yang berlarut semakin menyatu dengan kegelisahan waktu
Akankah cintanya bersatu dalam ikatan suci ketika orangtua tak merestui, dia memahami isi cinta kekasihnya , dia sedang mencari cara dan langkah yang bisa semua impian terwujud, namun …..aaahhh……
“Maafkan aku bila selalu memaksamu untuk mendayung lebih cepat, dan maafkan orang tuaku yang selalu memandang selirik mata kokohnya perahumu” sambil melepaskan tatapan dengan selipan sedikit harapan keberanian dari sang kekasih
“Tidak ada yang perlu kumaafkan, akulah yang seharusnya memohon itu “
“Apakah kau mau aku bersimpuh tanpa restu?, jika ya …akan kulakukan”
“ Jangan sampai kita menyatukan cinta tapi jauh dari cinta-Nya, kita saling menyinta untuk menuju cinta-Nya, kita menyatukan cinta agar kita semakin dekat dengan cinta-Nya”
“Apakah kau mau aku tetap terbelenggu kemegahan cintamu?, sementara disisi lain aku diperkosa keinginan-keinginan sepihak orangtuaku, di kedalaman jiwa aku terpatri bakti”
“Ima…”
“Ya..”
“Aku tidak mau merampas cintamu dari takaran cintamu untuk-Nya”
“Akupun tidak mau jika setetes cinta ini akan memuai tak berarti”
“Maafkan aku”
“Tidak ada yang perlu kau maafkan”
“Sayang…….., sematkanlah cintaku di kedalaman qalbu, aku titip untuk kau jaga, peliharalah, jika Allah menghendaki lain, pasti itu adalah yang terbaik untuk kita, cinta kita karena Dia…”
“Kang … “
“Hmmm…”
“Aku ingin bersamamu …”
“Akupun akan tetap meminangmu…”
“Kalau tak sampai Kang….”
“Bantu aku untuk mewujudkannya”
“Dengan…?”
“Ta’at kepada-Nya, agar nanti kita bertemu ditempat yang abadi yang dijanjikan-Nya, disanalah aku akan meminta kepada-Nya untuk meminang kamu menjadi istriku, maukah….”
“Ahhh ….. aku tidak kuasa menolak kehadiran cinta yang sudah diliputi ridlo-Nya”
………
Lembayung merona, memancarkan secercah asa
Burung-burung segera merapikan diri keperaduannya
Ada dua insan dalam Megahnya Cinta
…………
.
.
‘Negeri 1000 Cinta’
EAR Ciputat Peb’10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: