Kembara Hasrat

Diputihnya awan, didekat bulan, dalam lembut sinaran purnama
Tidak jelas namun dapat kupastikan
Ada sebentuk wajah . . . bergaun putih, melambai, dihembus angin
Kupandang lekat . . . .
dan . . .
Diapun tersenyum ramah
Dengan kerlingan sudut mata
Akrab namun menggoda
Sekilas tapi begitu membekas

Oh . . . . .
Melihatkah dia . . . .?
Aku yang disini, dirimbun sunyi dalam keremangan sepi
Diatas bumi yang banyak terbungkus misteri
Kupandang lagi lekat. . .
Namun . . . .
Tak nampak lagi sebentuk wajah gaun putih
Kucari . . . .kucari . . . .
Tak ada isyarat kepergiannya,
dan . . .
Kubungkam perasaan,
Kukunci irama hati
Kuikat serabut-serabut khayal
Agar tidak terbawa kembara hasrat ke negeri seandainya
Mencari mimpi ke pelosok kemungkinan
tapi
Oh
Dia
Melintas dan melintas lagi
Lagi dan lagi tergambar
Semakin nampak, semakin mendekat
Ada disetiap saat dan membawa ke kerinduan lain
. . . .
Nalurikah atau hanya emosi hati ?
Cintakah atau hanya nafsu alami yang terpancing gairah ilusi ?
Atau hanya cerita biasa, dan aku yang terlalu mendramatisir suasana
Tersesatkah perasaanku ?
Kelirukah arah keinginanku ?
Aku . . . . suka . . . .
Sesuka
Rasa sayang dan Cinta

Jkt. 4Nop1995 – EAR

…………..
……
.
.

‘Negeri Seribu Cinta’
File 4nop-95
EAR Maret’10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: