Di Perbatasan Janji

Ku mencoba mengatur getaran jantung yang berdegup keras tak teratur, kutata setiap helaan nafas tetap dalam tarikan tenang. Tak bisa kupungkiri kehadirannya mampu mengoyak kekuatan cinta yang terbungkus sebuah janji. Kulihat jam ditangan “2 menit lagi sebuah jajni akan bertaut, ah…”

Semakin kusibuk merapikan kegelisahan hati, benarkah dia yang ada di profil itu ? akankah keramahan dan kelembutan hatinya seperti untaian kata yang berbaris manja ?

Kuperhatkan pintu masuk caffe itu agar tak lepas dari pandang. Baca lebih lanjut

Sedikit … Cukup, Banyak … Sisa

“Payaaaaaah……..harga sembako pada naik terus. Kapan turunnya yah ?

“Kenapa bu ?”

“Pusiiiing ….!!!”

“Koq pusing sih ?”

“Ayah kayak ga pernah denger berita aja, gimana sih wakil rakyat, janjinya maniiiis, eh …. Hasilnya pahit ….., janjimu palsu !” Hasanah makin cemberut saja ngedumel, sambil membereskan belanjaannya kedalam lemari pendingin. Baca lebih lanjut