Sekelumit Rahasia Hati

Nyai …….

Mendekatlah …

Duduklah tepat ditatapan rinduku

Aku ingin ada di hitam bola matamu, bermukim disayunya

Biar leluasa mengembara dalam lingkaran indah yg kau cipta

Menyusuri setiap lekuk gelombang rindumu

Nyai…….

Semakin mendekatlah….

Walau yang kau bayang adalah sejuta hasta memisah mayapada

Walau ribuan mil, gelombang menari memberikan nuansa

Disini ……..

Merebahlah didada ini,

yg sengaja telah kulumuri wewangian yg kau suka

dan kutumpuk sekawanan awan, agar kau nyaman dan kerasan

Rapatkanlah…….

Tak usah kau ragu, yg selalu memicu ketakmampuan

Jangan pula takut, yang selalu jahat menghentikan harapan

Nyai……..

Aku ingin mengurai hati yang memang ku punya

maafkanlah…

Aku telah melarutkanmu  dalam wajan kegundahan

Meramu rasa yg kau punya tersaji di nampan asa

Menabuh irama sunyi tampil dikeramaian

Semata, ingin cahya purnama nampak di cantik rautmu

Nyai……

Aku ingin membahagiakanmu, tapi ..

Aku tidak mau kebahagiannmu lahir karenaku

Aku ingin kau selalu merasakan keindahan

Keindahan yg memang kau cipta di kedalaman jiwa

Aku ingin kau selalu menikmati setiap detik meniti

Menikmati nuansa hati yang telah kau ikhlaskan dalam segala rasa

Nyai……

Ketika kita tetap mencinta dan bahagia, tatkala yang kita cinta,

bersama yang dicintanya, cinta sudah mendaging , melarut darah.

Ketika syukur melantun merdu, tatkala hati merintih rindu

Buah cinta sudah terkunyah merata disegenap raga

Nyai ….

Jangan kau sedih bila ada perih, karena cinta bukan hanya hal-hal yang  terpilih

Jangan kau murka bila ada duka, karena cinta bukan hanya bahagia

Jangan terlalu bangga bila bunga hati merekah warna, karena masa akan segera

merubahnya

Nyai…….

Yang terkasih tidak akan selamanya ada dalam kegembiraan, kesenangan dan kebahagiaan

Harus kita sadari itu

Walau alunan shympony kita adalah yang termegah yg pernah kita dengar

Walau lukisan hati kita melebihi maestro jagat ini

Walau bait-bait syair obrolan kita telah membius batas pikiran nyata

hingga terlantunkan melebihi lembutnya bahasa pujangga

Nyai…..

Milik kita, hari ini, disini dan kini

Mengapa masih terbius keindahan dan ketakutan yang disajikan fatamorgana

Mari kita nikmati sebatas kemampuan yang kita miliki

Yang nyata menyentuh kisi-kisi diri

Bukan dalam bayangan yg terbalut ‘seandainya’

Nyai…..

Mendekatlah lagi ….

Aku ingin merasakan hangatnya tautan jemarimu di sela jemariku

Aku ingin nafas kita menyatu dalam keindahan yang tak terjangkau angan

Aku ingin mengalirkan getaran-getaran hasrat ke segenap lembut kulitmu

Aku ingin menumpahkan semua potensi cinta untuk mendampingi megahnya cintamu

Aku ingin menyampaikan sekelumit rahasia hati

Sungguh……..

Aku mencintaimu……..

……

Bila semua tak terjadi

Nyai……

Mari yakinkan…..

Kita mohon restu Illahi

Agar tersanding di Surga nanti

Mau kan…????

.

.

.

“Negeri Seribu Cinta”

EAR 041110 Ciputat

Iklan

6 Tanggapan

  1. nyai…….
    sertakan aku dalam doamu..
    walau aku tak bisa mendampingimu….

  2. Woooow…..
    Tambahan yang indah sekali
    ………
    makasih mba D-wee dah mampir di negeri ini
    aahhhh senangnya …… di tengokin
    salam bahagia mba

  3. setiap bait dlm baris ini…sangat indah sekali saya rasakan…sangat indah sekali mas..

    • Terimakasih Mba Jean Rachman
      Ahhhh……..Semoga keindahan itu terus mengalir ke hati dan jiwa mba Jean, lalu menyatu di kedalamannya….
      Terimakasih sangat mba Jean, sudah meluangkan waktu, tuk singgah silaturahim ke sini…
      salam bahagia selalu.

  4. Entah sdh keberapa kali saya membaca catatan mas ini…tak pernah jua bosan saya rasakan…

  5. Alhamdulillah…….
    Getarannya sampai dan menyatu mungkin mba
    xixixi
    salam bahagia selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: