Bias-bias Cinta (bag-1)

Malam itu begitu seksi, sabit bulan, merayu-rayu gemetar, semilir dari bukit sebelah, sungguh  membangkit bulu roma, kerlip lampu di seberang pandang, melambai, mengusap halus rindu.

Luar biasa indah…….

Dilipat rindu satu persatu, merapikannya di ruang tersendiri , agar tak terbang tanpa kendali, mengembara ke negeri hati yg menjadi pujaannya.

Zati terpaku lunglai

Ditariknya nafas yang dalam perlahan, wajahnya menengadah, jemarinya meremas sendiri kuat, menekan dada yang penuh degup

Perlahan sebening kaca merembes pipi lembutnya, seakan berat sekali menuruninya.

Hatinya menolak untuk percaya, kalau nadi cintanya telah teracuni cemburu. Baca lebih lanjut