Bias-bias Cinta (bag-1)

Malam itu begitu seksi, sabit bulan, merayu-rayu gemetar, semilir dari bukit sebelah, sungguh  membangkit bulu roma, kerlip lampu di seberang pandang, melambai, mengusap halus rindu.

Luar biasa indah…….

Dilipat rindu satu persatu, merapikannya di ruang tersendiri , agar tak terbang tanpa kendali, mengembara ke negeri hati yg menjadi pujaannya.

Zati terpaku lunglai

Ditariknya nafas yang dalam perlahan, wajahnya menengadah, jemarinya meremas sendiri kuat, menekan dada yang penuh degup

Perlahan sebening kaca merembes pipi lembutnya, seakan berat sekali menuruninya.

Hatinya menolak untuk percaya, kalau nadi cintanya telah teracuni cemburu.

“Aahhh……..bukan, bukan racun, tapi bumbu……, bukti kuat cintaku”

Berita itu seperti petir menyambar, kilatnya menyilaukan tatap, gema gelegarnya menggetarkan ruang jiwa, riuhnya mampu melemaskan seluruh saraf, susunan kalimatnya bagai mantra pemusnah sendi dan tulang-tulang…..lemas…lunglai…..

Ohhh… Farhan kekasih hatinya bergandengan mesra dengan mamanya sendiri, bagaimana  ini bisa terjadi.

“Tidaaaaaaaaakkkkkkkkkk…..!!!!!!”

Ditutupnya dua telinganya sekuat sisa-sisa tenaga yg ada.

“Sabarlah Za….” Mirani berusaha menenangkan, sambil memeluknya dari samping sambil mengusap-ngusap rambut terurainya.

“Ini salahku Ran, selama ini aku belum mengenalkan Farhan sama mamah, aahhhh…”

“Aku hanya melihat luarnya Za, kedalamannya aku ga tahu”

Zati meremas kedua jemarinya dan menutupkan kemukanya…pedih !!

Hening dalam gundah………

***

“Zati…., sini nak, ada kabar gembira untukmu ”

“Oya….kabar apa gerangan ma ”

“Besok kamu ada di rumah kan ?”

“Iya…, emangnya ada apa ma ?”

“Besok mama akan memperkenalkan calon papamu ….maaf kalau selama ini mama ga pernah cerita, soalnya biar surprise……..” Dipeluknya Zati penuh kasih sayang…..

“Uuugggfff……” Aliran darah terasa terhenti, jantung seakan memacu dalam kecepatan maksimal, matanya menatap kosong, bersembunyi dibalik pelukan lembut ibunya.

“Yaa Rabb …, berikan hamba kekuatan ” lirih hatinya menyayat tajam.

“Koq diam saja, tidakkah kamu gembira sayangku….”

Zati terhentak dari lamunannya

“Eh..I iya ma…..bahagia dong dan gembira” berusaha menyembunyikan apa yg bergejolak

“Pokoknya besok mama mau kamu dandan yg cantik, mereka mama undang sekalian makan malam bersama ”

“Iya ma….”

Dadanya bergemuruh laksana letupan gunung berapi meletus….

***

……bersambung……….

“Rumah Sahaja”

EAR Ciputat 140911

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: