Terpesona Mu

Nyai...

Dari geliat ruh yg dihembuskan-Nya penuh kesucian

Dari dalamnya  jiwa yang padanya  diilhamkan ‘fujuroha wataqwaha’

Aku tersungkur dalam ampun pada  al-Ghaffar

Belum mampu mengelola deras debur kefasikan yang terus menampakkan keindahan dalam janjinya

Belum sanggup memutih jernihkan istiqomah taqwa yang diamanahkan

Hingga ku berlumur rindu di sekujur tubuh yg menutup pori-pori  janji

Tak berdaya menahan rasa suka yang terus memapah rasa padamu
Nyai…

Sungguh aku luluh dalam keindahanmu

Walau kuyakin keindahanmu tak seindah fatamorgana yang kucipta

Lembut suaramu bukan badai, namun mampu melantakkan teguhnya rasa

Menghantar debar meretak dada

Kalimatmu bukan ayat-ayat suci, tapi mampu membius kesadaran hingga tersungkur  lemas ke bawah.

Ceritamu bukan dari kahyangan, namun mampu menjerat hati mempesonakan
Dalam bahasamu berserak cahya keilahian

Hingga harus kupasang beberapa telinga lagi agar tak terlewatkan makna didalamnya

Tuturmu terenda rapih melukis wajah-wajah asli duniawi

Memaksa merona nyala wajah para pelaku rapuh dimana aku dalam kerumunnya

Bukan aku memujimu, karena ada yang lebih harus kupuji selainmu

Bukan juga mencari perhatianmu, karena kau tak akan sempat memperhatikanku

Hanya sekedar membaca keindahan-Nya yang tercurahkan padamu

Nyai….

Duuuhh…entah dimana kemudiku

Sepertinya terbujuk fujur yang merayu dayu

Pahatan janjipun memasir dipeluk riak bibir pantai

Walau kupaksa  keras agar tak limbung terhuyung

Tetap saja suaramu seperti symphony  Ludwig van Beethoven dikeheningan malam dalam sinaran lilin

Meremang  suasana, meremang rasa

Nyai

Ketika kau memanggilku, Oohhhh …..ampun

Jangan kau bawa terbang ketika sayapku hilang

Walau ku suka melayang di belantara entah apa namanya

Yang penuh keindahan, wewangian dan sajian lezat yang kau hidangkan

Bermain di taman yang kau tata menyejukkan dan tak ada api disana

Sungguh, aku tak kuasa menahan gejolak, walau kerasan menikmatinya

Nyai…

Kau indah walau tak semua indah

Kebaikan yang kau tampakkan membawaku tuk menyadari dibaliknya

Kerinduanku mungkin tak kau rindukan, namun biarlah kumerindu hingga menemukan maknanya

Menelusuri keindahan al-Jamal di lekuk lakumu

Memahami cahaya al-Alim dari ucak sikapmu

Nyai

Biarkanlah kuterpesona-Nya

Aku suka

.

.

EAR Ciputat 270812

Iklan

2 Tanggapan

  1. Bahagianya jd nyai yaaaa dududududu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: