Kembara Hati (bag.3)

Mahisa menghentikan langkah tepat sebatas mata memandang jelas rumah tercintanya, ragu dan rindu bertalu saling mengadu, malu semakin menguasai kalbu, terbayang penolakan diri akan hasrat yang tersirat dari kedua orang tuanya, ketika orang tuanya mengabulkan keinginan hatinya, ternyata yang didamba merombak bangunan cintanya, yang menjadi kekuatan hilang sudah tergerus realita yang tak pernah terlintas sejenakpun di dalam pikirannya.

“Ahh….maafkan aku ibu….”ditariknya napas yang panjang , sambil perlahan di kuatkan keyakinannya akan cinta yang akan menyambutnya. Baca lebih lanjut

Kembara Hati (bag.2)

Ketika kekuatan kembali, bukan berarti perjuangan cukup sudah, hembusan ketakyakinan dari sepoi hingga hembusnya silih berganti.. Mahisa gontai dalam keyakinan yang terus disusunnya kembali, mengayuh langkah setapak demi setapak menyusuri pinggiran desa menuju rumah yang sempat hendak ditinggalkannya.

Walau penyadaran akan apa yang terjadi adalah yang terbaik dari-Nya, namun ketakpercayaannya pada Ragawi selalu saja menyusup relung hatinya. Baca lebih lanjut

Kembara Hati (bag.1)

Angin berhembus merebak lembaran-lembaran daun berkerumun, gemerisik suaranya berbisik menyampaikan lirik-lirik hati yang terusik, lirih, pelan, memapah hati semakin menyusup ke keharuan

“Yaaah …, aku harus tetap melangkah melanglang batas jiwa yang selalu terpana pesonamu…., terlalu muluk bila aku berdiam di keramaian cuntanya, berharap bintang dipinang rembulan..” Baca lebih lanjut

Rindu

Perhatikanlah cara dia memanjakan hati

bagaimana dia menggelorakan jiwa

kemanakah arah belaian dan hembusan hasratnya

jagalah dia

lindungi dia

jangan lena dari rasa yang dibawanya

perhatkanlah sisi-sisi yang terkadang kita lupa menengoknya

dibalik kenikmatan tariannya

di belakang alunan nyanyiannya

di sisi yang hampir tersembuni

ada sebidang kerapuhan yang menganga Baca lebih lanjut

Menelusuri Relung Cinta

Nyai

Cinta adalah ’suasana’

Bukan wujud bukan juga bayangan

Jika yang kau dambakan adalah wujud, dia akan mudah berubah dan menghilang

Semua yg wujud akan tiada, kenapa itu yang membuatmu tersiksa

Bukankah yang diinginkan keabadian dalam cinta

Nyai

Cinta adalah Ciptaan rasa

Bukan ‘bentuk’ yang melenakan dan membuat gila

Cinta ada didekat dirimu, didalam dirimu

melekat dalam jaringan jiwa Baca lebih lanjut

Terjeratkah

Nyai…….
Sungguh……
Kata-katamu telah mencumbui pikiranku
aaahhh
bagai liukan sang penari
kau membawaku melantai dibelantara khayal
menyajikan harmony yg indahnya belum pernah kubayangkan
gemulai bahasamu adalah nyanyian penuh misteri
Baca lebih lanjut

Rindu yang Tertebus

Bolehkah aku kangen

Wahai perenda kata ???


Datanglah….

dalam percikan wangi malam, yg biasa kau tebar

Aku disini

Mencoba menyamakan frekwensi hati

Di lintasan batas cahayamu


atau ……… Baca lebih lanjut